Hak Cipta, Banyak orang yang tidak menghargainya.

Hak cipta (lambang internasional: ©, Unicode: U+00A9) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. (Wikipedia)

Tertarik untuk menuliskan pengalaman pribadi tentang hak cipta ini karena ada salah satu karya saya berupa foto, dilanggar hak ciptanya oleh oknum media.

22 Oktober 2019
Seorang teman berinisial R mengabarkan bahwa dia akan membuat pameran foto pada bulan Desember. Dia bertanya tentang ketersediaan saya untuk memajang foto di pameran tersebut. Saya mengatakan akan memberikan jawaban dalam dua hari. R berkata "pertengahan bulan 11 juga bisa bang (jawabannya)". R juga menginformasikan bahwa foto-foto yang sudah masuk, semuanya bertema daratan, kalo foto saya bisa ikutan (foto bawah air), maka akan memberikan warna tersendiri. lalu saya memberikan link ini untuk dilihat-lihat oleh R, kira-kira layak atau tidak untuk dipamerkan.

https://www.shutterstock.com/g/amir+dayyan

dan R menjawab "sangat layak bang"

13 November 2019
R memberikan sebuah alamat email untuk dikirimkan foto ke alamat itu. R juga berpesan untuk menuliskan catatan "Kawan R" di badan email.

Tapi saya menuliskan ini di badan email

Saya Amir Dayyan
Teman R
File foto gak bisa di attach semua, jadi saya kirim lewat gdrive saja. Ini link nya
-Link drive-

15 November 2019
Saya juga mengirimkan link drive ke R lewat WA

13 Desember 2019
R meminta caption untuk foto yang telah dipilihnya



saya membalasnya "Seorang spearo (penembak ikan) melewati kuda laut saat mencari buruannya di lampuuk" (saat naik cetak, R mengoreksinya dengan bahasa yang lebih baik)

16 Desember 2019
Saya menghadiri acara pembukaan galeri foto yang dibuat oleh kantornya R. Setelah pembukaan, bacaan ayat suci alquran, kata2 sambutan dari pejabat setempat, doa, lalu makan2. Setelah makan2 saya berkeliling untuk melihat beberapa foto, tiba di foto kuda laut itu saya menjadi tertegun. Saya melihat caption yang sudah diperbaiki oleh R dan nama yang tertulis di foto adalah nama R. Saya tidak langsung mengomentari (walaupun hati uda gak nyaman dan gak ikhlas memberikan foto itu).

17 Desember 2019
24 jam setelah saya melihat ketidak adilan itu, saya menghubungi R dan bertanya kenapa bukan nama saya yang di tuliskan di foto itu.
R membalasnya dengan beberapa kalimat permohonan maaf dan katanya akan segera diganti nama di foto itu. Untuk sementara, nama saya di tempelkan di nama R tesebut. R juga memasang foto dan kalimat permohonan maafnya di status WA nya. Saya terima permohonan maafnya, tapi saya akan menuntut kalo ada pelanggaran lainnya dikemudian hari. Ini saya lakukan setelah meminta saran dari beberapa teman fotografer jurnalis lain. Beberapa teman fotografer jurnalis lain ternyata pernah punya masalah juga dengan R terkait hak cipta. 

Mengingat kejadian ini juga terjadi di teman-teman dan dilakukan oleh pelaku yang berbeda, saya cuma bisa berpesan ke kita semua "Uda mau 2020 bro, coba jadi lebih baik dan lebih menghargai."

Nama saya ditempel untuk menutupi nama R


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hak Cipta, Banyak orang yang tidak menghargainya."

Posting Komentar